.. إِنَّكَ لا تَهدى مَن أَحبَبتَ وَلٰكِنَّ اللَّهَ يَهدى مَن يَشاءُ ۚ وَهُوَ أَعلَمُ بِالمُهتَدينَ ..

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu sayangi, tetapi Allah memberi petunjuk
kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (AlQasas 28: 56)

Temui Aku di Telaga

By nadiyyah • Aug 14th, 2008 • Category: Uncategorized
Cerita tentang keterasingan seorang muslim yang mengemban amanah ubudiyah penghambaan diri kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, baik yang hidup pada masa awal muncul Islam maupun yang telah ditakdirkan hidup pada masa akhir zaman seperti zaman sekarang ini, merupaka kumpulan cerita orang yang tidak lepas dirundung duka dan dilanda kesedihan. Dia tidak ubahnya sebagai seorang musafir yang singgah di sebuah perkampungan, tidak ada saudara tempat untuk mengadu, tidak ada kerabat tempat meminta bantu, tidak ada teman yang diajak tertawa dan bercengkrama, akan tetapi kebersamaan dengan keterasingan tersebut ia dapat bekerja dan berusaha dengan maksimal, sehingga ia mendapatkan keberuntungan yang ia bawa nanti di kampung halamannya yang sejati.

Suatu kesedihan yang mengantarkannya epada pantai tawakkal dan pulau keyakinan, keterasingan yang menyuruhnya untuk merenungi dan bertafakur tentang hakikat kehidupan dan cerita kebahagiaan.

Sifat-sifat dan ciri-ciri seorang gharib (asing) ppada akhir zaman secara gambang diterangkan oleh Rasulullaah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam dalam banyak hadistnya, seakan-akan beliau ikut serta barsama mereka merasakan duka dan kesedihannya, ikut pula menenagkan dan menyak air mata kesedihan mereka, memberikan kepada dorongan dan spirit melaluinya untuk selalu istiqamah di alam yang telah penuh sesak dengan pembangkangan dan maksiat kepada Allah, membisikkan ke telinganya sambil memegang pundaknya.

Akan tetapi tangis kesedihan itu malah menjadi-jadi, dadanya semakin bergemuruh, ia mencoba untuk menahannya tapi semakin ditahan semakin ia tidak menahan desakan dari dalam dirinya, ia bergumam:

“Bagaimana aku bisa bertahan, ya Rasulullaah.. sedangkan ilmu yang ku miliki hanya satu butir di padang pasir kebodohanku, bagaimana aku bisa istiqamah, sedangkan imanku tidak pernah menghujam ke dalam lubuk hati, ia bagaikan seutas kapas yang diterbangkan angin hawa, bagaikan baling-baling di atas bukit,..”

serta banyak lagi ungkapan yang ia ungkapkan seketika itu, setelah lama ia melepaskan segala kesedihan dan kepedihannya, Nabi berdiri dan berpesan:

“Sesungguhnya kamu akan dapatkan orang-orang berebut dunia, bersabarkah sampai kamu bertemu denganku di telaga…..”

Ditulis ulang dari buku Temui Aku di Telaga, karya Ustd Armen Halim Naro rahimahullaahu ta’ala, bab pertama Hadist Telaga Rasul. Gambar dari Ka Iyonk.

Tagged as:

One Response »

  1. subhanalloh
    karya terakhirnya ustadz armen kah??
    Semoga Allah memasukkan beliau ke dalam jannah-Nya

Leave a Reply