Turunnya ALLAH ke Langit Bumi (1/2)
By nadiyyah • Apr 17th, 2008 • Category: AqidahTurunnya Allah ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir setiap harinya merupakan salah satu keyakinan yang harus dipegang oleh seluruh kaum muslimin. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkhabarkan kepada kita dari jalur yang shahih. Bahkan banyak dari para ulama’ yang menyatakan dan berani mengklaim (tentunya dari hasil penelitian mereka) bahwa hadits-hadits-nya mutawatir. Benarkah demikian?
1 Teks Hadits
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga
malam terakhir. Dia berfirman,
Siapa yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan
siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan,
dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni. 1
Hadits-nya Mutawatir
Hadits tentang nuzul-nya Allah tidak diragukan lagi keabsahannya.
Seluruh ulama ahli hadits menshahihkannya, tidak ada satupun dari
mereka yang melemahkannya. Bahkan, para ulama ahli hadits menilai
bahwa derajat haditsnya mutawatir. Diantaranya:
- Imam Abu Zur’ah berkata,2
Hadits-hadits tentang turunnya Allah ke langit dunia ini derajatnya
mutawatir dari Rasulullah, diriwayatkan oleh sejumlah sahabat Rasulullah.
Hadits tersebut menurut kami adalah shahih dan kuat. - Utsman bin Sa’id Ad-Darimi berkata,
Hadits nuzul diriwayatkan dari dua puluh tiga lebih sahabat Nabi.3
- Abdul Ghani Al-Maqdisi (berkata),
Telah mutawatir dan shahih hadits-hadits tentang turunnya Allah setiap
hari ke langit dunia. Maka wajib bagi kita untuk beriman dengannya,
pasrah menerimanya, tidak menentangnya, menjalankan tanpa takyif (menanyakan
bagaimananya, seperti apa -red. vbaitullah) dan tamtsil (menyerupakan
dengan makhluk)4 serta takwil (menyelewengkan artinya) sehingga meniadakan hakekat turunnya Allah.5 - Imam Ibnu Abdil Barr (berkata),
Hadits ini adalah shahih sanadnya. Tidak ada perselisihan pendapat
di kalangan ahli hadits tentang keabsahannya.6Beliau juga berkata,
Hadits ini dinukil dari jalan-jalan yang mutawatir dan jalur yang
banyak sekali dari orang-orang yang adil dari Nabi. - Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa 5/372 menegaskan
bahwa hadits ini mutawatir dan dinukil dari generasi ke generasi selanjutnya.
Beliau juga berkata,Hadits masyhur yang diriwayatkan oleh banyak sahabat.7
- Imam Adz-Dzahabi berkata,
Saya telah menulis hadits-hadits tentang nuzul (turunnya Allah) dalam
sebuah kitab khusus, derajat hadits-hadits-nya saya berani menetapkanya
mutawatir.8 - Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata,
Sesungguhnya turunnya Allah ke langit dunia telah dijelaskan dalam
hadits-hadits mutawatir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
yang diriwayatkan oleh kurang lebih dua puluh delapan sahabat.
Demikian pula ditegaskan oleh Imam Ibnu Abdil Hadi,9 Al-Kattani,10 dan Al-Albani.11
Daftar Sahabat Periwayat Hadits
Hadits nuzul ini diriwayatkan dari sejumlah sahabat Nabi, di antaranya:12
- Abu Bakar Ash-Shiddiq,
- Ali bin Abi Thalib,
- Abu Hurairah,
- Jubair bin Muth’im,
- Jabir bin Abdullah,
- Abdullah bin Mas’ud,
- Abu Sa’id Al-Khudri,
- Amr bin ‘Abasah,
- Rifa’ah bin ‘Arabah Al-Juhani,
- Utsman bin Abi ‘Ash Ats-Tsaqafi,
- Abdul Hamid bin Salamah dari ayahnya, dari kakeknya,
- Abu Darda’,
- Mu’adz bin Jabal,
- Abu Tsa’labah Al-Khusyani,
- ‘Aisyah,
- Abu Musa Al-Asy’ari,
- Ummu Salamah,
- Anas bin Malik,
- Hudzaifah bin Yaman,
- Laqith bin Amir Al-’Uqaili,
- Abdullah bin Abbas,
- Ubadah bin Shamith,
- Asma’ binti Yazid,
- Abul Khaththab,
- ‘Auf bin Malik,
- Abu Umamah Al-Bahili,
- Tsauban,
- Abu Haritsah,
- Khaulah binti Hakim.
Catatan Kaki
- …1
- HR. Bukhari: 1145 dan Muslim: 758.
- …2
- Sebagaimana dinukil oleh Abu Syaikh Ibnu Hibban dalam Kitab
As-Sunnah. Lihat Umdatul Qary 7/199 oleh Al-’Ainy. - …3
- Naqdu Utsman bin Sa’id ‘Ala Al-Mirrisi Al-Anid, hal. 283.
- …4
- Menyerupakan Allah dengan makhluk ialah ucapan dan keyakinan seperti,
“bersemayamnya Allah di ‘Arsy adalah sebagaimana bersemayamnya
saya, atau seorang raja di singgasana ini.” Agar lebih jelasnya
lagi, silahkan baca keterangan selanjutnya di sini. -red. vbaitullah.or.id - …5
- Al-Iqtishad fil I’tiqad, hal. 100.
- …6
- At-Tamhid 3/338.
- …7
- Majmu’ Fatawa 5/382 dan 16/421.
- …8
- Al-’Uluw, -Mukhtashar Al-Albani- hal. 116.
- …9
- Ash-Sharimul Munki, hal. 229.
- …10
- Nadhmul Mutanasir, hal. 192
- …11
- Silsilah Ash-Shahihah 2/716-717 dan Adh-Dha’ifah
8/365. - …12
- Lihat Mukhtashar Shawaiq Mursalah, (oleh) Ibnul Qayyim, 2/230;
Umdatul Qari, (oleh) Al-’Ainy, 7/198; Kitab Nuzul,
(oleh) Ad-Daruqutni.
Dikutip dari majalah Al Furqon 03/IV/1425H hal 12 - 13 dan hal. 17.



mereka adalah inti kehidupan ♥ mereka ruh dalam perjuangan dan nafas dalam pergerakan
mereka adalah

